0 2 min 1 tahun

FORJASIB ; Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, ancaman peperangan nuklir, dan krisis energi, Indonesia berdiri di tengah-tengah kompleksitas tersebut. APBN/APBD menjadi instrumen kunci dalam mengarahkan pembangunan, dengan fokus pada pelayanan publik dan investasi untuk kesejahteraan rakyat.

Pentingnya peran legislatif sebagai fungsi anggaran terlihat jelas dalam persetujuan APBN/APBD, yang pada dasarnya merupakan hasil dari proses politik. Seiring dengan tahun 2024 yang akan menyelenggarakan Pemilu, pertanyaannya muncul: bagaimana korelasi Pengadaan Barang/Jasa 2023 dengan Pemilu 2024?

Pengadaan tersebut jelas terkait dengan intervensi anggaran politik melalui APBN/APBD untuk mencapai tujuan politik 2024 yang dieksekusi pada tahun 2023. Seperti restoran yang menyajikan berbagai layanan, pengadaan ini dapat menciptakan situasi di mana kepentingan politik dapat mengganggu proses pengadaan.

Pelaku pengadaan, baik barang maupun jasa, mungkin terjebak dalam perdagangan gelap yang diarahkan oleh kepentingan politik. Oleh karena itu, peran KPK, terutama dalam pencegahan korupsi di Badan Usaha, menjadi sangat penting untuk menjaga sektor konstruksi agar tidak terjerat dalam praktik ilegal.

Situasi gelap dalam Badan Usaha sudah dimulai, dengan sertifikasi kompetensi konstruksi belum tentu menjamin pemilihan sebagai Penyedia. Penggunaan e-Katalog lokal juga dapat mengakibatkan kerugian bagi Badan Usaha, dengan pemda bertransaksi langsung ke prinsipal, meninggalkan selisih belanja yang menjadi tanda tanya.

Dalam konteks politik, legislator yang bukan pejabat pengadaan mungkin memaksakan POKIR untuk mendominasi dan mengintervensi eksekutif dalam pemilihan penyedia. Situasi ini memberikan peluang besar bagi aparat penegak hukum seperti POLRI dan KEJAKSAAN untuk memperbaiki citra mereka dengan berkolaborasi dengan Badan Usaha dan Masyarakat Jasa Konstruksi yang memiliki akreditasi dan lisensi sesuai perundang-undangan.

Jangan biarkan aparat penegak hukum terjebak dalam situasi gelap ini. Sebaliknya, mari bersama-sama mengangkat diri setelah pandemi COVID-19, mengantisipasi tantangan ekonomi dan energi global, serta mengubah ruang gelap menjadi cahaya melalui kolaborasi yang bijaksana.(CWW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses