
Forjasib ; Kisah Nabi Yunus yang terperangkap dalam perut ikan paus selama 40 hari menjadi cerminan bagi umat manusia, khususnya kaum muslim, dalam menghadapi cobaan hidup. Terdapat pelajaran berharga dari kisah ini yang tertuang dalam Al-Quran, pada surah Al-Anbiya ayat 87. Di saat terjebak dalam situasi yang mengancam, Nabi Yunus menunjukkan ketabahan dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT secara berkesinambungan, memohon pertolongan dan pengampunan.
Doa Nabi Yunus:
Memohon Ampunan dalam Keputusasaan Doa Nabi Yunus, yang tercatat dalam Al-Quran, menjadi simbol kepatuhan dan kesungguhan seorang hamba dalam memohon pertolongan kepada Sang Pencipta. Dalam surah Al-Anbiya ayat 87, Nabi Yunus berdoa:
“لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ”
Arti Al-Quran: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al Anbiya: 87).
Kebesaran Allah dan Pengampunan Bagi Nabi Yunus.
Kisah Nabi Yunus yang terpelihara hidupnya di dalam perut ikan paus adalah bukti nyata akan keagungan Allah SWT. Meskipun terjebak dalam kesulitan yang luar biasa, Nabi Yunus tetap berserah kepada kehendak Allah dengan tulus. Allah SWT pun menunjukkan kuasanya dengan mengabulkan doa Nabi Yunus, mengeluarkannya dari kondisi yang sulit.
Tafsir dan Pesan Moral dari Kisah Nabi Yunus.
Peristiwa Nabi Yunus yang keluar selamat dari perut ikan paus mengandung pesan moral yang mendalam. Kisah ini mengajarkan tentang kesabaran, ketabahan, dan kepatuhan kepada kehendak Allah di tengah badai kehidupan. Seperti yang tercatat dalam Al-Quran, doa Nabi Yunus merupakan ungkapan ketulusan dan penyerahan diri yang patut dijadikan contoh dalam menghadapi cobaan.
(CWW)