
Forjasib|Banyuwangi; Berita tentang adanya dugaan penipuan melalui aplikasi Smart Wallet saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan para pengguna.
Kekhawatiran akan dugaan penipuan melalui aplikasi Smart Wallet telah terdengar beberapa minggu belakangan ini, terutama setelah para pengguna kesulitan menarik uang ke rekening mereka.
Ketegangan semakin meningkat mengingat jumlah anggota aplikasi yang diperkirakan mencapai ribuan dan banyak di antara mereka yang telah menyimpan sejumlah uang di dalam aplikasi tersebut.
Namun, apakah klaim bahwa aplikasi Smart Wallet adalah penipuan benar adanya? Jika benar, apa saja buktinya? Mari kita teliti.
1. Pencatutan Nama
Aplikasi Smart Wallet diduga mencatut nama dari sebuah perusahaan dompet kripto luar negeri. Meskipun situs web aslinya dapat diakses di https://smartwallet.com/en/, yang palsu adalah https://www.smartwallrtplus.com/. Situs web palsu tersebut bahkan seringkali mengganti domainnya karena sudah diblokir.
2. Pencatutan Logo
Logo yang digunakan oleh aplikasi tersebut juga dicurigai berasal dari perusahaan luar negeri bernama ‘denim logo digital intelligence’.
3. Mentor Menggunakan Identitas Palsu
Banyak mentor dalam aplikasi tersebut diduga menggunakan identitas palsu, termasuk nama, foto, dan nomor telepon palsu, untuk menyembunyikan identitas asli mereka dari para anggota.
4. OJK Menyatakan Ilegal dan Terindikasi Penipuan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyatakan bahwa aplikasi Smart Wallet terindikasi melakukan aktivitas penipuan dan tidak memiliki izin yang diperlukan.
5. Pakar Mengatakan Scam
Pakar kartu kredit, Roy Shakti, juga menyatakan bahwa aplikasi Smart Wallet adalah penipuan.
6. Website Diblokir
Website resmi Smart Wallet telah diblokir karena dicurigai melakukan penipuan, namun mereka terus membuat situs web baru untuk melanjutkan praktik mereka.
7. Memberikan Janji Palsu kepada Member
Para anggota aplikasi diberikan janji palsu tentang kemampuan untuk menarik uang pada tanggal-tanggal tertentu, namun janji tersebut tidak pernah dipenuhi.
8. Menawarkan Promo yang Tidak Masuk Akal
Para pemimpin aplikasi menawarkan promo dengan keuntungan yang tidak masuk akal, mencapai 200%, yang seharusnya menimbulkan kecurigaan.
9. Melakukan Banyak Kebohongan
Pengembang aplikasi juga telah melakukan berbagai kebohongan, termasuk mengklaim hubungan dengan cryptocurrency dan kerja sama dengan lembaga keuangan yang ternyata tidak benar.
10. Menyuruh untuk Deposit Secara Berkelanjutan
Daripada membantu anggotanya menarik uang, para pemimpin aplikasi justru terus mendorong mereka untuk melakukan deposit tambahan, menunjukkan bahwa tujuan utama aplikasi tersebut adalah menguras uang para anggotanya.
Dengan demikian, jelaslah bahwa terdapat bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa aplikasi Smart Wallet adalah penipuan. Hal ini mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi keuangan online dan untuk selalu melakukan penelitian yang cermat sebelum bergabung dengan platform baru.
(CWW)