0 3 min 3 bulan

Oleh : Aqil Barqi Ahmad

 

Halo, teman-teman! Aku Aqil Barqi Ahmad, siswa kelas 9C SMP 1 Rogojampi. Kali ini aku ingin berbagi opini tentang tiga istilah keren yang sering banget dibahas di media sosial: FOMO, YOLO, dan FOPO. Mungkin sebagian dari kalian sudah tahu, tapi yuk kita bahas bareng biar lebih paham dan bisa ambil pelajaran dari sini.

 

Apa Itu FOMO, YOLO, dan FOPO?

 

1. FOMO (Fear of Missing Out)

Pernah nggak sih kalian merasa takut ketinggalan momen seru atau trending? Nah, itulah FOMO! Misalnya, lihat teman-teman upload story jalan-jalan atau ikut acara keren, tiba-tiba kita jadi merasa hidup kita biasa banget. Tapi hati-hati, FOMO bisa bikin kita stres kalau terus membandingkan diri dengan orang lain.

2. YOLO (You Only Live Once)

YOLO ini kayak slogan untuk menikmati hidup, karena “kita cuma hidup sekali.” Contohnya, banyak orang rela ngeluarin uang banyak buat ikut tren atau beli barang mahal tanpa mikir masa depan. Seru sih, tapi kalau kebablasan, malah bisa bikin kantong bolong.

3. FOPO (Fear of Other People’s Opinion)

FOPO itu ketakutan sama pendapat orang lain. Kita jadi overthinking karena takut dinilai jelek, apalagi di media sosial. Akhirnya, banyak yang rela ngedit foto berlebihan biar terlihat sempurna. Padahal, hidup nggak harus sempurna, kan?

 

Dampaknya untuk Gen Z Kayak Kita

 

Teman-teman, FOMO, YOLO, dan FOPO ini sebenarnya tantangan besar buat generasi kita. Kalau kita nggak hati-hati, ini dampaknya:

1. Terjebak Gaya Hidup Palsu

Kita sering merasa harus pamer biar dianggap keren, tapi akhirnya malah terjebak gaya hidup yang nggak realistis.

2. Perilaku Impulsif

Karena takut ketinggalan tren, banyak yang jadi asal beli barang mahal, bahkan pinjam uang online. Ini bahaya banget kalau nggak dikontrol.

3. Citra Diri yang Nggak Sehat

FOPO bikin kita terlalu fokus pada apa kata orang, sampai lupa jadi diri sendiri. Kita jadi sibuk tampil sempurna, padahal hidup nggak selalu mulus.

 

Bagaimana Cara Mengatasinya?

 

Aku punya beberapa tips sederhana biar kita nggak terjebak FOMO, YOLO, atau FOPO:

Kurangi Main Media Sosial Berlebihan

Nggak ada salahnya sesekali detox dari media sosial. Dunia nyata juga seru kok!

 

Jadi Diri Sendiri

Kita nggak perlu jadi orang lain buat diterima. Fokus aja sama apa yang kita punya dan terus kembangkan.

 

Pikir Panjang Sebelum Bertindak

Jangan tergoda beli sesuatu cuma karena lagi tren. Selalu pikirkan dampaknya ke depan.

 

Pesan Moral

 

Hidup di era digital itu memang penuh tantangan, tapi juga banyak peluang. Jangan sampai kita jadi korban tren, teman-teman. Ingat, nggak semua yang ada di media sosial itu real. Jadi, nikmati hidup dengan cara kita sendiri, tetap sederhana, dan jangan lupa bersyukur.

 

“Jadi keren itu bukan soal ikut tren, tapi soal jadi diri sendiri yang percaya diri.”

 

Salam hangat,

Aqil Barqi Ahmad, siswa kelas 9C SMP 1 Rogojampi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses