
Banyuwangi, FORJASIB – Dalam upaya mendukung transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang/jasa pemerintah, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menghadirkan Indonesia Procurement Portal atau dikenal dengan Inaproc. Portal ini dirancang sebagai pusat integrasi data pengadaan nasional, menyatukan informasi dari berbagai sistem pengadaan elektronik seperti SPSE, SIRUP, dan E-Katalog.
Dengan inovasi ini, Inaproc menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan transparansi di era digital sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk berpartisipasi dalam tender pemerintah secara adil dan efisien.
Fitur Utama Inaproc
• Informasi Pengadaan: Menyediakan data lengkap tentang tender yang sedang berjalan, pengadaan yang selesai, dan rencana pengadaan mendatang.
• Akses E-Katalog: Memudahkan pengguna untuk menemukan produk dan jasa yang tersedia secara daring.
• Rencana Umum Pengadaan (RUP): Menampilkan daftar kebutuhan pengadaan berdasarkan RUP dari berbagai instansi pemerintah.
• Akses Publik Tanpa Login: Membuka peluang pengawasan langsung oleh masyarakat untuk memastikan akuntabilitas.
Cara Kerja Inaproc
Inaproc berfungsi sebagai platform sentral yang mengintegrasikan data pengadaan pemerintah secara real-time. Sistem ini bekerja dengan mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data dari berbagai sistem sumber.
• Pengumpulan Data: Informasi dari SPSE, SIRUP, dan E-Katalog disinkronkan ke Inaproc secara otomatis.
• Pengelolaan Data: Data diolah dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
• Aksesibilitas: Pengguna dapat mencari informasi berdasarkan kategori, lokasi, atau waktu.
• Pembaruan Real-Time: Memastikan informasi yang disajikan selalu terkini.
Manfaat Inaproc bagi Pengadaan Nasional
• Meningkatkan Transparansi: Memastikan semua proses pengadaan dapat diawasi oleh masyarakat.
• Mempermudah Akses Informasi: Penyedia barang/jasa, termasuk pelaku UMKM, dapat dengan mudah menemukan peluang tender.
• Pengintegrasian Data: Mengurangi duplikasi informasi dan mempermudah akses di satu platform.
• Mendukung Pengawasan Publik: Memungkinkan masyarakat untuk memantau pengadaan pemerintah dengan lebih efektif.
• Efisiensi Biaya dan Waktu: Mengurangi birokrasi dengan menyediakan informasi yang terpusat.
Dampak Positif Inaproc
Menurut LKPP, keberadaan Inaproc berkontribusi besar dalam:
• Menguatkan Kepercayaan Publik: Transparansi data meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap pemerintah.
• Peningkatan Partisipasi UMKM: UMKM dan pelaku usaha di daerah terpencil kini memiliki akses yang setara terhadap informasi pengadaan.
• Meminimalkan Korupsi: Dengan data yang terbuka, potensi manipulasi pengadaan dapat ditekan.
• Pemantauan Kinerja: Instansi pemerintah dapat mengevaluasi pengadaan berdasarkan data yang tersedia di Inaproc.
Mendukung Era Digitalisasi Pengadaan
Sebagai bagian dari transformasi digital, Inaproc juga sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara yang lebih efisien dan bebas korupsi di sektor pengadaan. Dengan dukungan fitur seperti integrasi sistem, pembaharuan real-time, dan akses publik tanpa login, portal ini menetapkan standar baru dalam tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah.
FORJASIB terus mendukung inisiatif pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengadaan. Keberadaan Inaproc menjadi langkah maju bagi pengadaan nasional yang lebih inklusif dan berintegritas.