
Banyuwangi, 2025 – Dalam dunia konstruksi yang identik dengan tenaga kerja fisik yang kuat dan mobilitas tinggi, jarang sekali kita mendengar ada perusahaan yang memberikan kesempatan kerja bagi kaum difabel. Namun, CV BARKI, sebuah perusahaan konstruksi berbasis di Banyuwangi, membuktikan bahwa dunia konstruksi juga bisa menjadi ruang yang inklusif dan berkeadilan bagi semua kalangan.
Salah satu sosok inspiratif di balik cerita ini adalah Pak Mukhlas, seorang pekerja konstruksi difabel asal Blimbingsari yang telah bekerja di CV BARKI selama tiga tahun. Dengan semangat dan kerja kerasnya, ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk berkarya di dunia konstruksi. Lebih dari itu, Direktur CV BARKI, Budi Kurniawan S., percaya bahwa sudah saatnya sektor konstruksi ikut serta dalam menciptakan kesetaraan kesempatan kerja bagi kaum difabel.
Membuka Kesempatan, Mengubah Paradigma
Dalam sebuah wawancara, Budi Kurniawan S. menegaskan bahwa dunia konstruksi seringkali dianggap sebagai ranah eksklusif bagi mereka yang memiliki kemampuan fisik prima. Namun, dengan berkembangnya teknologi, inovasi alat kerja, serta kesadaran sosial, ia yakin bahwa sektor ini bisa lebih ramah bagi tenaga kerja difabel.
“Kami di CV BARKI percaya bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berkontribusi dalam dunia kerja, terutama di sektor konstruksi. Dengan memberikan pelatihan yang sesuai, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, dan membangun budaya kerja yang menghargai keberagaman, kami bisa membuka peluang bagi mereka yang selama ini kurang mendapatkan kesempatan,” ungkapnya.
Pak Mukhlas sendiri adalah contoh nyata bahwa kesempatan yang tepat bisa mengubah hidup seseorang. Dengan dua anak yang menjadi motivasinya untuk terus bekerja keras, ia merasa beruntung karena diterima dan diperlakukan dengan sama di CV BARKI. “Di sini, saya tidak merasa berbeda. Saya bisa bekerja seperti rekan-rekan lain, dan yang terpenting, saya merasa dihargai,” katanya.
Difabel dan Dunia Konstruksi: Tantangan serta Solusinya
Meskipun masih ada anggapan bahwa dunia konstruksi terlalu berat bagi difabel, berbagai inovasi dan sistem kerja modern kini memungkinkan mereka untuk tetap berperan dalam industri ini. CV BARKI menerapkan beberapa pendekatan agar tenaga kerja difabel bisa bekerja dengan nyaman dan optimal:
• Pelatihan Keterampilan Khusus – Pak Mukhlas dan pekerja lainnya diberikan pelatihan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, baik dalam hal penggunaan alat kerja, teknik bangunan, hingga aspek keselamatan kerja.
• Penyesuaian Lingkungan Kerja – CV BARKI menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah difabel, seperti jalur akses yang lebih mudah dan penggunaan alat bantu kerja.
• Penyediaan Peran yang Beragam – Tidak semua pekerjaan konstruksi membutuhkan tenaga fisik yang berat. Difabel bisa berkontribusi dalam berbagai bidang seperti pengawasan proyek, desain konstruksi, atau manajemen bahan bangunan.
• Budaya Kerja yang Inklusif – CV BARKI menanamkan nilai inklusivitas dan menghormati keberagaman di tempat kerja. Para pekerja diajarkan untuk saling mendukung dan menghargai satu sama lain.
Pesan Moral: Kesetaraan Peluang untuk Semua
Cerita Pak Mukhlas mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam bekerja dan berkontribusi bagi masyarakat. Inklusi di dunia kerja bukan hanya soal kebaikan hati, tetapi juga soal keadilan dan pemanfaatan potensi terbaik dari setiap individu.
Di tengah perubahan sosial yang semakin progresif, perusahaan-perusahaan di berbagai sektor diharapkan bisa mencontoh langkah CV BARKI dalam menciptakan peluang bagi kaum difabel. Tidak hanya membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang layak, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan harga diri bagi mereka yang selama ini kerap terpinggirkan.
“Satu kesempatan kecil bisa mengubah hidup seseorang. Kita tidak tahu seberapa besar potensi seseorang sampai kita benar-benar memberinya kesempatan untuk membuktikan diri,” ujar Budi Kurniawan S.
Dengan semakin banyak perusahaan yang membuka pintu bagi tenaga kerja difabel, dunia kerja di Indonesia akan semakin inklusif dan adil. Kisah Pak Mukhlas dan CV BARKI menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, dan dampaknya bisa begitu besar bagi kehidupan banyak orang.
Penutup
CV BARKI tidak hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi juga membangun masa depan yang lebih adil dan setara bagi semua. Dunia konstruksi kini bukan lagi dunia yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang sempurna secara fisik, tetapi dunia yang memberikan ruang bagi semua orang untuk bekerja, berkreasi, dan berkembang. Karena pada akhirnya, kerja keras, dedikasi, dan semangatlah yang menentukan kualitas seseorang, bukan keterbatasan fisiknya.
🚀 #KesetaraanKerja #DifabelBerdaya #KonstruksiInklusif #CVBARKI