0 4 min 4 hari

Oleh: CWW (Direktur CV BARKI)

Ketika Peristiwa Langit Menjadi Etika Bumi

Isra’ Mi‘raj Nabi Besar Muhammad SAW bukan sekadar peristiwa supra-rasional yang berhenti pada wilayah iman. Dalam tradisi ushul fiqih, setiap kejadian syar‘i—termasuk mukjizat—mengandung maqāṣid, hikmah, dan manhaj berpikir yang dapat diturunkan ke dalam realitas sosial, ekonomi, bahkan profesionalisme dunia konstruksi.

Bagi CV BARKI, peringatan Isra’ Mi‘raj bukan seremoni, melainkan momen reflektif strategis untuk meningkatkan kapasitas tanggung jawab, etika kerja, dan integritas kontraktual di tengah kompleksitas proyek, tekanan waktu, dan godaan pragmatisme.

Isra’ Mi‘raj: Dari Ghaib Menuju Struktur Logika

Allah SWT berfirman:

سُبْحَانَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًۭا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَى ٱلَّذِى بَـٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَـٰتِنَآ

(QS. Al-Isrā’: 1)

Ayat ini tidak dimulai dengan kata “amanna”, tetapi dengan “Subḥāna”—penegasan rasional bahwa keterbatasan logika manusia tidak boleh dijadikan alasan menolak kebenaran.

Namun Islam tidak berhenti pada ghaib. Tujuan Isra’ Mi‘raj adalah:

لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَـٰتِنَآ

“Agar Kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda Kami.”

Artinya: Isra’ Mi‘raj adalah proses pembelajaran kosmik, bukan pelarian mistik. Buraq: Simbol Kecepatan, Presisi, dan Ketaatan Sistemik

Dalam riwayat sahih, Nabi SAW diberangkatkan dengan Buraq, kendaraan yang melampaui hukum kecepatan konvensional.

Dalam perspektif ushul fiqih dan dunia kontraktor, Buraq bukan makhluk imajiner, melainkan simbol sistem kerja ideal:

  • Kecepatan tanpa kecerobohan
  • Presisi tanpa manipulasi
  • Ketaatan mutlak pada misi
  • Buraq tidak menawar spesifikasi.
  • Buraq tidak menyimpang dari rute.
  • Buraq tidak mengurangi amanah.

“Inilah etos kontraktor beretika.”

Ushul Fiqih tentang Tanggung Jawab (Mas’uliyyah)

Dalam Kifāyatul Akhyār ditegaskan kaidah:

الأُمُورُ بِمَقَاصِدِهَا

“Setiap perbuatan bergantung pada tujuannya.”

Dalam dunia kontrak: proyek bukan hanya soal selesai,tetapi niat, proses, dan dampaknya.

Dalam Fathul Mu‘īn disebutkan:

وَالْأَمَانَةُ وَاجِبَةٌ فِي كُلِّ مَا وُكِلَ إِلَى الإِنْسَانِ

“Amanah wajib dijaga dalam setiap hal yang dipercayakan kepada manusia.”

Maka pelanggaran spesifikasi, mark-up, atau manipulasi mutu bukan sekadar pelanggaran administratif—melainkan cacat etika syar‘i.

Kontrak dalam Perspektif Fiqih Mu‘amalah

Dalam Fathul Ghorīb, akad dijelaskan sebagai:

عَقْدٌ يَلْزَمُ بِهِ الْمُتَعَاقِدَانِ

“Ikatan yang mengikat kedua belah pihak.”

Artinya: kontrak bukan sekadar tanda tangan,tetapi janji yang mengikat dunia dan akhirat.

Inilah yang sering dilupakan dalam praktik konstruksi modern: kontrak adalah amanah, bukan celah.

Isra’ Mi‘raj dan Disiplin Waktu: Etika Proyek

Puncak Isra’ Mi‘raj adalah perintah shalat, bukan perjalanan langit. Dalam Iḥyā’ ‘Ulūmiddīn (kitab Targhīb wa Tarhīb), Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa shalat adalah:

  • disiplin waktu,
  • kesadaran tanggung jawab,
  • dan latihan integritas.

Kontraktor yang:

  • molor tanpa sebab,
  • mengabaikan mutu,
  • atau mengorbankan keselamatan,

hakikatnya gagal shalat dalam makna sosial.

Etika Kosmik CV BARKI: Dari Langit ke Lapangan

Isra’ Mi‘raj mengajarkan satu prinsip besar: Siapa yang naik derajat, wajib turun membawa amanah. Nabi SAW kembali ke bumi, lalu membangun peradaban.

Maka CV BARKI: tidak cukup religius di ruang doa,tetapi harus etis di ruang proyek.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

(QS. An-Nisā’: 1)

“Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kalian.”

Ayat ini adalah CCTV Ilahiah yang tidak bisa dimatikan.

Dari Ghaib ke Logika, dari Logika ke Tindakan

Analisa kosmik Isra’ Mi‘raj mengajarkan:

  • iman harus melahirkan sistem,
  • spiritualitas harus menghasilkan profesionalisme,

dan agama harus hadir dalam etika bisnis.

CV BARKI dituntut menjadi:

  1. cepat seperti Buraq,
  2. lurus seperti shalat,
  3. dan amanah seperti akad.

Etika sebagai Jalan Mi‘raj Modern

Isra’ Mi‘raj adalah pesan abadi bahwa:

kemajuan sejati bukan soal naik proyek, tetapi naik tanggung jawab.

Dalam dunia kontraktor modern, etika bukan penghambat bisnis—melainkan pondasi keberlanjutan.

CV BARKI, melalui refleksi Isra’ Mi‘raj, menegaskan komitmen:

  • membangun dengan akal,
  • bekerja dengan iman,
  • dan mempertanggungjawabkan setiap proyek bukan hanya kepada manusia, tetapi kepada Allah SWT.

 

Catatan Redaksi :

Artikel ini ditulis dalam rangka Peringatan Isra’ Mi‘raj Nabi Muhammad SAW sebagai refleksi peningkatan kapasitas tanggung jawab dan etika profesional CV BARKI.