
Oleh CWW
Banyuwangi-Isra’ Mi’raj adalah peristiwa agung yang tidak hanya mengajarkan nilai-nilai spiritual, tetapi juga membawa pesan moral mendalam bagi setiap insan, termasuk para kontraktor di Banyuwangi. Dalam momen peringatan ini, mari kita renungkan bagaimana hikmah Isra’ Mi’raj dapat menjadi pegangan moral dan inspirasi dalam menjalankan profesi konstruksi yang penuh tanggung jawab.
Makna Mendalam Isra’ Mi’raj untuk Kehidupan Profesional
Isra’ Mi’raj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, di mana beliau menerima perintah shalat lima waktu sebagai pilar utama dalam Islam. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra (17): 1:
“سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ”
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Perjalanan ini menunjukkan bahwa setiap tugas besar selalu membutuhkan kedisiplinan, keikhlasan, dan tanggung jawab yang besar. Sebagai kontraktor, perjalanan ini memberikan cermin bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan harus dilandasi niat baik, penuh empati, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Hikmah Isra’ Mi’raj untuk Kontraktor di Banyuwangi
Sebagai profesi yang berperan dalam membangun infrastruktur dan peradaban, kontraktor di Banyuwangi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa setiap pembangunan tidak hanya sesuai spesifikasi teknis, tetapi juga memiliki keberkahan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Berikut hikmah yang dapat diterapkan:
• Keikhlasan sebagai Fondasi Kerja
Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa setiap langkah hidup harus dimulai dengan niat tulus kepada Allah SWT. Dalam pekerjaan kontraktor, keikhlasan berarti bekerja tanpa pamrih dan fokus pada hasil yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ”
“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan keikhlasan, seorang kontraktor tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun peradaban yang penuh berkah.
• Amanah dalam Pelaksanaan Proyek
Amanah adalah pesan utama yang diajarkan dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai al-amin (yang terpercaya). Sebagai kontraktor, amanah berarti menjalankan proyek sesuai dengan kontrak, menghindari penyimpangan, dan memastikan kualitas terbaik. Dalam QS. Al-Anfal (8): 27, Allah SWT berfirman:
“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ”
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu.”
Bekerja dengan amanah adalah bentuk ibadah dan tanggung jawab kepada Allah, masyarakat, dan generasi mendatang.
• Kedisiplinan dalam Menyelesaikan Proyek
Perintah shalat lima waktu yang diterima dalam Isra’ Mi’raj menunjukkan pentingnya kedisiplinan dalam setiap aspek kehidupan. Dalam dunia konstruksi, kedisiplinan adalah kunci utama untuk menyelesaikan proyek tepat waktu, sesuai anggaran, dan standar kualitas.
• Peka terhadap Kesejahteraan Pekerja dan Masyarakat
Isra’ Mi’raj juga mengajarkan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan umat. Kontraktor di Banyuwangi harus memastikan kesejahteraan para pekerja, baik dari segi keselamatan kerja maupun hak-hak mereka. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.
Kontraktor sebagai Bagian dari Pentahelix Pembangunan
Dalam perspektif pembangunan di Banyuwangi, kontraktor adalah bagian penting dari konsep pentahelix, yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Gerakan seperti Banyuwangi Berbagi menjadi contoh nyata bagaimana kontraktor dapat berkontribusi lebih dari sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun empati sosial.
CWW, sebagai Direktur CV BARKI dan Ketua Askonas Banyuwangi, menegaskan bahwa setiap langkah kerja harus membawa dampak positif :
“Pekerjaan kita tidak hanya berhenti pada bangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh hati masyarakat,”.
Penutup: Bangun Infrastruktur, Bangun Keberkahan
Isra’ Mi’raj adalah pengingat bahwa setiap pekerjaan, sekecil apa pun, dapat menjadi ibadah jika dilandasi niat yang benar. Kontraktor di Banyuwangi memiliki tanggung jawab besar untuk membangun tidak hanya infrastruktur, tetapi juga keberkahan dalam setiap langkah kerja mereka.
Semoga hikmah Isra’ Mi’raj ini dapat menjadi inspirasi bagi para kontraktor untuk terus bekerja dengan penuh empati, amanah, dan disiplin, sehingga pembangunan di Banyuwangi menjadi berkah bagi semua lapisan masyarakat.
FORJASIB akan terus mendukung profesionalisme dan integritas dalam dunia konstruksi, karena membangun Banyuwangi adalah membangun masa depan bersama.